Selamat HUT Kabupaten Lambar Ke-35: Kalau Manusia, Sudah Semestinya Dewasa

 


Selamat HUT Kabupaten Lampung Barat ke-35 (24 September 2026). Kalau manusia, usia 35 biasanya sudah mulai berhenti mencari pengakuan. Tidak lagi terlalu sibuk menunjukkan siapa dirinya, karena pengalaman sudah mengajarkan bahwa hidup bukan panggung untuk terus mendapatkan tepuk tangan. Ia mulai tahu bahwa ada keberhasilan yang patut disyukuri, ada kekurangan yang harus diperbaiki, dan ada mimpi yang belum selesai. Begitu pula sebuah kabupaten. 


Usia 35 bukan sekadar angka, bukan pula alasan untuk sekadar meniup lilin, berfoto, lalu pulang. Ia semestinya menjadi kesempatan untuk bertanya dengan jujur: sudah sejauh mana kita berjalan, dan sudah seberapa jauh masyarakat ikut merasakan perjalanan itu?

 

Dalam pidatonya pada HUT ke-35, Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus mengajak masyarakat untuk menengok perjalanan, mensyukuri capaian, sekaligus mengakui pekerjaan yang masih menjadi tanggung jawab bersama. Rapor Lampung Barat memang memiliki kabar baik. Pertumbuhan ekonomi 2025 tercatat 5,45 persen, kemiskinan turun menjadi 9,93 persen, dan IPM mencapai 73,14. Ada banyak hal yang layak diapresiasi dari kerja pemerintah bersama masyarakat. Tetapi rapor yang baik bukan berarti semua halaman sudah bersih dari catatan. 


Kemantapan jalan masih sekitar 59,5 persen, kondisi irigasi yang baik 58,47 persen, dan kemampuan fiskal daerah masih menjadi tantangan. Jadi, tidak perlu minder dengan kekurangan, tetapi juga jangan terlalu cepat puas dengan keberhasilan. Sebab daerah yang dewasa bukan daerah yang tidak punya masalah, melainkan daerah yang tahu masalah mana yang harus diselesaikan terlebih dahulu.

 

Kita boleh bangga dengan angka pertumbuhan ekonomi, tetapi petani tentu lebih senang ketika hasil kebunnya memiliki harga yang baik. Kita boleh bersyukur angka kemiskinan turun, tetapi keluarga yang masih berjuang tentu berharap suatu hari tidak lagi masuk dalam angka tersebut. Kita boleh berbicara tentang peningkatan IPM, tetapi orang tua akan lebih percaya ketika anaknya mendapatkan pendidikan yang baik dan memiliki kesempatan untuk membangun masa depan. 


Angka statistik penting, tetapi kehidupan punya bahasa yang lebih sederhana: terasa atau tidak terasa. Di situlah pemerintah layak mendapatkan apresiasi ketika berhasil, sekaligus dukungan ketika masih harus menyelesaikan pekerjaan rumah. Kritik pun sebaiknya tidak dipandang sebagai ketidaksukaan. Kadang kritik hanyalah cara masyarakat berkata, “Kami percaya daerah ini masih bisa lebih baik.”

 

Tema “Setawitan, Seuyunan, Sehangguman, Maju Jejama” juga jangan berhenti menjadi kalimat indah di spanduk HUT. Ia justru menjadi pekerjaan rumah kita bersama. Pemerintah tidak mungkin sendirian membangun jalan, menggerakkan ekonomi, memperbaiki pendidikan, menjaga lingkungan, dan membuka kesempatan bagi generasi muda. 


Masyarakat pun tidak cukup hanya menunggu. Dunia usaha, perguruan tinggi, tokoh masyarakat, pemuda, media, dan seluruh elemen daerah harus menemukan ruang untuk berjalan bersama. Karena kalau semua ingin maju tetapi sibuk berjalan sendiri-sendiri, yang terjadi mungkin bukan maju jejama, melainkan maju sendiri-sendiri. Dan itu tentu bukan cita-cita kita.

 

Usia 35 juga semestinya membuat kita lebih dewasa dalam melihat pemerintahan. Tidak ada pemerintah yang sempurna, sebagaimana tidak ada masyarakat yang selalu benar. Yang dibutuhkan adalah kemauan untuk saling mendengar. Ketika pemerintah berhasil, berikan apresiasi. Ketika masih ada kekurangan, sampaikan dengan cara yang baik. 


Ketika anggaran terbatas, mari memahami prioritas. Tetapi pada saat yang sama, setiap rupiah pembangunan tetap harus diarahkan kepada kebutuhan yang paling penting dan manfaat yang paling luas. Sebab masyarakat tidak meminta pemerintah menjadi pesulap yang mampu menyelesaikan semua masalah dalam semalam. 


Masyarakat hanya ingin melihat bahwa setiap tahun ada alasan baru untuk percaya bahwa hari esok akan lebih baik daripada hari ini.

 

Selamat HUT Kabupaten Lampung Barat ke-35. Tiga puluh lima tahun adalah usia yang cukup matang untuk tidak lagi sibuk menghitung siapa yang paling berjasa. 


Pembangunan adalah estafet; pemerintah hari ini melanjutkan pekerjaan sebelumnya dan kelak akan menyerahkannya kepada generasi berikutnya. Karena itu, mari rayakan HUT bukan hanya dengan tepuk tangan, tetapi juga dengan kesadaran bahwa pekerjaan setelah pesta jauh lebih penting daripada pesta itu sendiri. 


Spanduk akan diturunkan, panggung akan dibongkar, pidato akan selesai, tetapi rakyat tetap pulang membawa kehidupannya masing-masing. 


Di sanalah ukuran sesungguhnya sebuah daerah: bukan seberapa sering kita mengatakan Lampung Barat sedang maju, tetapi seberapa banyak rakyat yang suatu hari berkata, “Ya, saya merasakan kemajuan itu.” Sebab 35 tahun seharusnya tidak hanya membuat Lampung Barat semakin tua. Ia harus membuat kita semua semakin dewasa.

 

Post a Comment

أحدث أقدم