|
Istilah |
Makna Teknis / Profesional |
Contoh Aplikasi |
|
1. Participatory Rural
Appraisal (PRA) |
Metode penilaian partisipatif di komunitas untuk menggali informasi
secara interaktif. |
Membuat peta sosial desa bersama warga untuk mengetahui hubungan
antar keluarga dan sumber daya. |
|
2. Empowerment |
Proses sistematis untuk meningkatkan kapasitas masyarakat agar mampu
mengidentifikasi masalah dan mengelola solusi sendiri. |
Pelatihan kelompok perempuan untuk mengelola usaha mandiri. |
|
3. Capacity Building |
Penguatan kemampuan (skills, knowledge, resources) agar masyarakat
bisa berkelanjutan. |
Workshop manajemen keuangan untuk koperasi desa. |
|
4. Social Mapping |
Pemetaan yang fokus pada aspek sosial dan jaringan komunitas. |
Membuat diagram kelompok rentan dan relasi mereka di desa. |
|
5. Stakeholder Analysis |
Analisis pihak-pihak yang berpengaruh dan terdampak dalam program. |
Mengidentifikasi aparat desa, LSM, dan tokoh masyarakat sebelum
program kesehatan. |
|
6. Community of Practice |
Komunitas yang belajar dan berbagi pengalaman dalam bidang tertentu. |
Forum guru desa berbagi metode belajar inovatif. |
|
7. Facilitation |
Memimpin proses kelompok agar partisipatif dan produktif. |
Fasilitator memandu rapat warga supaya semua suara terdengar. |
|
8. Action Research |
Penelitian yang dilakukan bersama masyarakat untuk memecahkan masalah
nyata. |
Mengumpulkan data air bersih dan mencari solusi bersama warga. |
|
9. Participatory Learning
& Action (PLA) |
Metode belajar dan bertindak partisipatif untuk memberdayakan
masyarakat. |
Warga membuat kalender masalah lingkungan dan rencana aksi. |
|
10. Vulnerable Groups |
Kelompok rentan atau terdampak sosial, ekonomi, atau lingkungan. |
Lansia, anak jalanan, atau ibu kepala keluarga di desa. |
|
11. Bottom-up Planning |
Perencanaan program yang dimulai dari kebutuhan masyarakat, bukan
dari atas. |
Desa menentukan prioritas pembangunan lewat musyawarah. |
|
12. Needs Assessment |
Penilaian kebutuhan nyata masyarakat sebelum program. |
Survei kesehatan untuk menentukan kebutuhan posyandu. |
|
13. Asset-Based Community Development (ABCD) |
Pendekatan pembangunan berbasis potensi dan aset komunitas, bukan
masalah. |
Mengidentifikasi warga yang ahli kerajinan untuk dikembangkan jadi
UMKM. |
|
14. Participatory Monitoring & Evaluation (PM&E) |
Pemantauan dan evaluasi program yang melibatkan warga. |
Warga menilai efektivitas program sanitasi desa. |
|
15. Social Capital |
Jaringan, norma, dan kepercayaan yang mendukung kerjasama dalam
komunitas. |
Membuat kelompok gotong royong karena warga saling percaya. |
|
16. Gender Mainstreaming |
Memasukkan perspektif gender dalam semua tahap program. |
Menyusun program pelatihan yang setara untuk pria dan wanita. |
|
17. Consensus Building |
Proses mencapai kesepakatan bersama antar warga. |
Musyawarah desa untuk menentukan lokasi sumur baru. |
|
18. Local Wisdom / Kearifan Lokal |
Pengetahuan dan praktik tradisional yang berguna bagi pembangunan. |
Menggunakan metode irigasi tradisional yang ramah lingkungan. |
|
19. Inclusive Development |
Pembangunan yang melibatkan semua kelompok, termasuk minoritas dan
rentan. |
Program pertanian yang juga melibatkan penyandang disabilitas. |
|
20. Social Entrepreneurship |
Bisnis yang bertujuan sosial, bukan hanya keuntungan. |
Warga mendirikan koperasi pangan untuk memenuhi kebutuhan lokal. |
|
21. Conflict Sensitivity |
Memahami dinamika konflik sebelum intervensi agar tidak memperburuk
situasi. |
Menghindari pembangunan fasilitas yang bisa memicu perselisihan
lahan. |
|
22. Participatory Budgeting |
Warga ikut menentukan alokasi anggaran desa. |
Masyarakat memilih prioritas penggunaan dana desa setiap tahun. |
|
23. Livelihoods Approach |
Fokus pada cara masyarakat mendapatkan penghidupan dan
keberlanjutannya. |
Membantu petani diversifikasi tanaman agar pendapatan stabil. |
|
24. Social Audit |
Pemeriksaan program dan penggunaan dana oleh masyarakat. |
Warga mengecek penggunaan dana posyandu desa. |
|
25. Exit Strategy |
Strategi memastikan program tetap berjalan setelah pendamping
meninggalkan komunitas. |
Membentuk kelompok pengelola air bersih agar tetap berjalan mandir |
Post a Comment