Ada yang kita hasilkan setiap hari, tetapi jarang kita
pikirkan ke mana ia pergi. Ia keluar dari tubuh kita, lalu hilang dari
pandangan, seolah urusan selesai. Padahal tidak. Ia tetap ada, mengalir,
mengendap, dan suatu saat kembali kepada kita dalam bentuk yang lain, penyakit,
pencemaran, dan kegelisahan yang sering tidak kita sadari.
Kita sering merasa cukup dengan yang tampak bersih. Rumah
rapi, halaman tertata, lingkungan terlihat baik. Tetapi jauh di bawah itu, ada
yang kita abaikan. Ada yang kita serahkan kepada bumi tanpa pernah benar benar
kita tanggung jawabkan.
Di Tanjungsari, hal yang selama ini disembunyikan itu mulai
dibicarakan. Tidak dengan cara yang berlebihan, tetapi dengan kesadaran yang
jujur. Layanan Lumpur Tinja Terjadwal (LLTT) tidak lagi dipandang sebagai
urusan teknis semata, tetapi sebagai tanggung jawab bersama. Apa yang kita
buang, tetap menjadi urusan kita.
Kesepahaman itu penting. Karena tanpa kesadaran bersama,
program hanya akan menjadi kegiatan sesaat. LLTT bukan pekerjaan yang selesai
di atas kertas. Ia adalah amanah yang harus dijalankan dengan sungguh sungguh.
Karena itu, langkah pertama yang disepakati adalah berbicara
kepada masyarakat. Menjelaskan dengan jujur tentang manfaat, cara kerja, dan
biaya. Masyarakat tidak cukup hanya diberi tahu, tetapi harus diajak memahami.
Jika tidak, program ini tidak akan bertahan.
Keterlibatan berbagai pihak juga menjadi penting. Dinas Kesehatan,
Dinas Lingkungan Hidup, dan yang lainnya dibutuhkan agar penjelasan yang
diberikan tidak setengah setengah. Persoalan ini bukan milik satu pihak, tetapi
tanggung jawab bersama.
Di sisi lain, potensi risiko juga tidak boleh diabaikan.
Setiap kebijakan pasti memiliki dampak. Karena itu, mitigasi harus disiapkan.
Bukan untuk menakut nakuti, tetapi untuk memastikan bahwa semuanya berjalan
dengan baik dan tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.
Kecamatan Natar mengambil peran penting dalam hal ini. Menjadi
penghubung antara kebijakan dan masyarakat. Menyampaikan, menjelaskan, dan
memastikan bahwa informasi benar benar dipahami. Karena komunikasi bukan
sekadar menyampaikan, tetapi memastikan pesan sampai dan diterima.
Camat Natar juga menegaskan komitmennya. Tidak hanya
mendukung, tetapi menjaga keberlanjutan program ini. Berkomunikasi dengan
masyarakat, melibatkan tokoh masyarakat, dan memanfaatkan semua media yang ada.
Hal hal sederhana, tetapi menentukan.
Karena pada akhirnya, keberlanjutan tidak dibangun dari
langkah besar, tetapi dari konsistensi menjalankan hal hal kecil.
LLTT bukan sekadar soal lumpur tinja. Ia adalah soal
tanggung jawab. Tentang bagaimana kita memperlakukan apa yang kita hasilkan
sendiri. Tentang kesadaran bahwa kebersihan tidak berhenti pada apa yang
terlihat.
Intinya sederhana, LLTT harus dijalankan dengan benar,
didukung bersama, dan dijaga agar terus berjalan.
.jpeg)
Post a Comment