Ada
satu fenomena yang sering kita lihat dalam kehidupan sehari-hari. Seseorang
baru membaca beberapa halaman buku, mengikuti satu dua pelatihan, mendengar
beberapa potongan informasi, atau baru mengenal sedikit tentang suatu bidang,
tetapi cara bicaranya sudah seperti seorang ahli yang tidak terbantahkan.
Baru
memiliki sedikit pengetahuan, tetapi merasa sudah memiliki seluruh jawaban.
Baru melihat satu sisi persoalan, tetapi berani menghakimi banyak hal. Baru
memahami permukaan, tetapi berbicara seolah sudah menyelami seluruh kedalaman.
Inilah
salah satu bentuk kebodohan yang paling sulit disadari. Bukan karena seseorang
tidak memiliki ilmu, tetapi karena sedikit ilmu membuatnya kehilangan
kerendahan hati.
Sebab
orang yang benar-benar belajar biasanya memiliki kesadaran bahwa ilmu itu luas
tanpa batas. Semakin seseorang memahami sesuatu, semakin ia menyadari betapa
banyak hal yang belum ia ketahui.
Orang
yang dangkal sering berbicara paling keras, karena ia belum melihat luasnya
cakrawala. Sementara orang yang mendalam justru lebih banyak diam, berpikir,
dan berhati-hati dalam menyampaikan pendapat, karena ia tahu setiap kata
memiliki tanggung jawab.
Padi
yang semakin berisi akan semakin merunduk. Begitu pula manusia yang semakin
berilmu seharusnya semakin rendah hati. Bukan karena tidak mampu berbicara,
tetapi karena ia memahami bahwa kebenaran tidak selalu harus diteriakkan,
kadang cukup diperlihatkan melalui sikap dan tindakan.
Mereka
yang benar-benar memahami ilmu tidak sibuk membuktikan bahwa dirinya pintar.
Mereka tidak berlomba menjadi yang paling benar dalam setiap perdebatan. Mereka
justru sibuk memperbaiki diri karena menyadari masih banyak kekurangan dalam
dirinya.
Maka
pernah saya mengatakan, "Belajarlah
sampai merasa bodoh."
Bukan
berarti belajar agar menjadi manusia yang tidak tahu apa-apa. Tetapi belajarlah
sampai hati kita memiliki kesadaran bahwa pengetahuan yang kita miliki hanyalah
setetes air di tengah luasnya samudra ilmu Tuhan.
Sebab
orang yang merasa sudah paling tahu biasanya akan berhenti belajar. Sedangkan orang
yang merasa masih banyak kekurangan akan terus membuka diri untuk menerima
kebenaran dari mana pun datangnya.
Pada
akhirnya, ukuran kecerdasan seseorang bukan hanya seberapa banyak ia mampu
berbicara, tetapi seberapa besar ia mampu menyadari batas dirinya.
Karena
kebodohan yang paling berbahaya bukanlah ketika seseorang tidak tahu, melainkan
ketika seseorang tidak tahu bahwa dirinya tidak tahu.
Dan
kesombongan ilmu adalah ketika seseorang baru mengenal cahaya kecil, lalu
merasa dirinya sudah menjadi matahari.
إرسال تعليق