Konsistensi Lebih Mahal daripada Kemampuan (Belajar dari Mahaad)
Pagi itu, embun masih menempel di daun padi. Suara ayam jantan bersahut-sahutan, aroma tanah …
Pagi itu, embun masih menempel di daun padi. Suara ayam jantan bersahut-sahutan, aroma tanah …
Suatu sore di desa lokasi program, seorang pendamping lirih, “Programnya ada, kegiatannya jalan, ta…
Kami sering membicarakan pembangunan dengan bahasa yang tertib dan penuh keyakinan. Target disusu…
Tulisan ini tidak hendak keluar dari lingkar kita. Ia tidak mencari panggung, tidak pula berminat…
Saya belajar satu hal yang tidak pernah tertulis di modul mana pun: semakin lama saya menjadi f…
(foto: Riyadi Murdoko) Bus ekonomi ini bukan sekadar alat angkut. Ia adalah saksi perjalana…
Netralitas sering terdengar seperti doa yang diucapkan pendamping sebelum turun ke lapangan. Kata y…
Saya selalu percaya, kerja pendampingan bukan semata soal apa yang bisa atau tidak bisa d…
Pada mulanya, pendamping desa yang merupakan pendamping di Program P3MD di Kementerian Desa yang …
Sejarah selalu mengajarkan satu hal sederhana: perubahan yang bertahan lahir dari akar yang tertana…
Demokrasi kerap kita rayakan dalam bahasa kebijakan, tetapi dalam praktiknya masih membutuh…
Pada penghujung Tahun Anggaran 2025, Pemerintah Provinsi Lampung memilih menunda sebagian kewaj…
Memasuki awal 2026, Pemerintah Provinsi Lampung dihadapkan pada satu istilah yang terasa di…